Yah.. Seperti itu pun tidak apa apa

208631_2053163368516_1227482190_32602173_2217774_n

Mungkin, kita berdua akan saling melupakan. Hanya sesekali ingat ketika melihat foto kebersamaan kita atau mendengar lagu yang pernah kita nyanyikan berdua.

Kita menjadi kenangan. Sesuatu yang akan selalu kita rindukan, tapi tentu saja kita tidak akan bisa lagi kembali ke sana, ke masa-masa kebersamaan. Kita seperti menabung rindu. Hanya menabungnya saja, karena kita tahu masa lalu sudah bukan lagi tempat kita. Dan celengan rindu itu akan kita pecahkan untuk kita urai kenangannya satu per satu. Tapi masih tidak untuk bertemu, karena kita sudah punya kehidupan sendiri dan harus terus melangkah maju. Ya, seperti itu. Tapi, seperti itu pun tidak apa-apa.

Mungkin, suatu saat kita akan bertemu lagi. Bicara Tertawa dan Bercanda bersama lagi sambil memandangi matahari terbenam di ufuk barat. Dahulu kita melakukannya penuh cinta dan kasih sayang. Tapi kali ini kita mungkin akan melakukannya dengan penuh kepura-puraan dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Mungkin juga pada suatu waktu, tanpa sengaja kita menonton televisi yang memutar sebuah film, lalu kita berdua bergumam, itu film kita. Dan kita akan menontonnya sampai selesai karena kita menyukainya. Kadang menggerutu karena iklan, kadang tertawa pada adegan yang kita suka, kadang terdiam karena mengingat betapa menyenangkan saat dulu kita menontonnya berdua. Bisa jadi juga saat itu kita menitikkan air mata teringat kenangan-kenangan lama ketika kita menontonnya berdua dan tertawa. Dan sekarang, kita juga menontonnya pada saat yang sama, hanya tempatnya yang berbeda. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Atau mungkin juga, kamu akan menemukan catatan-catatan kecil tentang kita di bukuku di suatu tempat, lalu kamu kembali membacanya, dan menemukan banyak sekali nama kamu di sana dengan nama yang berbeda-beda. Dan aku menemukan kekasihmu yang sekarang sedang melakukan sama persis seperti aku, melihatnya, mengamatinya, dan berbicara dalam hati betapa beruntungnya dia. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Sebenarnya memang menjadi seperti apa pun, tidak apa-apa. Tapi kalau boleh aku jujur, aku ingin tidak seperti itu. Aku ingin kita adalah aku dan kamu, di sini, berdua, saling jatuh cinta. Bukan aku dan kamu yang berbeda tempat, bersama orang lainnya masing-masing, dan saling mengenang saja.

Tapi bagaimanapun juga, seperti sekarang ini pun tidak apa-apa. Kita saling peduli, kadang saling menyapa, menanyakan kabar, tapi kita sama-sama menjaga hati agar tidak saling jatuh cinta lagi. Ya. Seperti itu pun tidak apa-apa.

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Gravatar

    Mahasiswa Fikom Unisba | Public Relations | Muda Beda Dan Berbahaya | Pride to be Hardcore | Addicted To Skatepunkers | Hala Madrid !!!

  • Twitter

    • Kalo memang begitu, aku sadar dan paham atas semua yg terjadi dengan keadaan ini...#patahsemangat 4 weeks ago
    • Bukankah Merelakan itu membiarkan segala sesuatunya berjalan seperti biasa. Entah perlahan menjauh, atau sewaktu-waktu kembali datang.. 1 month ago
    • Ingat saja hari ini, ketika rasa sakit, menuntut kaki ini untuk melangkah menjauh meninggalkan zona nyaman yang sudah sekian lama menetap.. 1 month ago
    • Entahlah hari ini semua tanpa mengecewakan.. 1 month ago
    • Banting tulang.. 2 months ago