Underground Bukan Zionisme .!!!

Iseng sambil menghabiskan waktu untuk menunggu saat berbuka puasa. Gue pergi jalan-jalan keluar sambil menghilangkan penat gue yang beberapa hari ini suntuk memikirkan skripsi gue yang kaga kelar-kelar.. singkat cerita gue pergi ke daerah tempat penjual buku-buku bekas yang terkenal di kota bandung, sekalian membeli buku bacaan ( Novel, biografi, tau apa saja) yang penting bisa gue baca. Saat gue melihat-lihat buku yang akan gue beli, gue menemukan sebuah majalah music yang cukup terkenal di Indonesia. Ketika membaca sebuah Rubrik di halaman majalah tersebut, gue merasa tertegun, terhenyak, kaget dan marah-marah sendiri dalam hati. Namun mesti bagaimana lagi bereaksi, ketika kebodohan demi kebodohan terus saja dilancarkan untuk menyerang praktek kehidupan bertoleransi dan berdemokrasi.

Rubrik itu membahas sebuah aliran music Underground dengan narasumber Farid Budi Fahri (seorang pakar music islam dan juga konon seorang anggota senior FPI). Dalam rubrik itu dia menuduh bahwa music underground beserta segenap variannya membawa misi Zionisme. Seketika gue dalam hati menolak dengan tegas dan balik mempertanyakan pengetahuan kesejarahan music dan budaya dari narasumber itu sendiri.

Menurut Pendapat Gue sih..

Underground memang lahir sebagai sebuah bentuk budaya tandingan. Namun juga kita harus memahami secara historis dan secara kontekstual akan budaya tandingan itu sendiri.

Gue ambil contoh :

  • Musik Punk yang lahir di Inggris. Musik punk disana terlahirkan sebagai sebuah bentuk tandingan atau perlawanan terhadap sistem Monarki yang menghegemoni di kehidupan rakyat Inggris. Ketika musik punk menyebar ke seluruh dunia, musik punk tidak diserap secara mentah mentah, namun juga beradaptasi dengan kultur kultur lokal setempat.
  • Musik Hardcore di Amerika. Musik punk menjelma menjadi hardcore, Hardcore sebuah bentuk tandingan atau perlawana terhadap Fasisme, Rasialisme, Diskriminasi serta kebijakan politik dan ekonomi bernama New World Order.
  • Musik Thrash Metal. Musik ini adalah sebuah bentuk kemarahan terhadap sistem sosial ala Barat, serta sebagai sebuah bentuk terapi psikologis terhadap segenap individu yang tidak akan pernah bisa fit didalam sistem sosial tersebut. Kita bisa menyimak hal tersebut dari lirik liriknya. Dan ini adalah fakta kesejarahan yang ada.

 

Gue ambil contoh juga dalam Band :

  • Black Sabbath yang lahir di sebuah kota penuh pabrik di Inggris yaitu Birmingham. Lirik lirik Black Sabbath banyak terpengaruh kepada kemarahan kaum pekerja disana.
  • Ozzy Osbourne setiap aksi panggungnya selalu membawa peti mati keatas panggung, itu sebuah simbol kemarahan dan matinya sistem sosial pada saat itu.

Lalu si narasumber itu menuduh bahwa Metal membawa pesan-pesan bersifat Satanic, maka sebaiknya saudara Fahri Budi yang konon seorang pakar musik ini lebih menilik dari kesejarahan atribut Metal dan juga kesejarahan penyebaran musik Metal. Simbol tiga jari dalam musik Metal dipopulerkan oleh Ronnie James Dio, seorang musisi metal era awal. Simbol itu dalam budaya orang Italia dan orang Latin adalah sebuah cara kuno untuk mengusir setan dan roh roh halus. Singkat kata, simbol itu adalah simbol tolak bala. Ia kemudian menjadi simbol dalam musik Metal sebagai sebuah bentuk citra ironis terhadap sistem sosial itu sendiri.

 Image

Simbol tiga jari

 

Gue sendiri menolak dengan keras kalau musik underground diisukan membawa pesan pesan Zionisme dan kemudian semua orang menyukainya tanpa menyadarinya. Toh fakta di Indonesia sendiri banyak kaum Underground entah itu Punk, Hardcore ataupun Metal yang menolak terhadap Zionisme.

Gue kurang paham sama apa yang dimaksud narasumber.? Kalo musik underground menjauhkan anak muda dari nilai nilai keislaman.

Gue memberi contoh Kimung. Mantan personil band metalcore Burgerkill. Dia adalah seorang pemeluk islam yang taat dan juga seorang Metalhead. Gue pernah membaca beberapa tulisannya. Dia mengatakan kalo dia memahami banyak ajaran Islam, dan kemudian selera musik metalnya mengajarkan sikap anti fasis dan anti diskriminasi dalam bentuk apapun termasuk religi dan cenderung toleran terhadap segenap perbedaan yang ada.

Ingatlah bahwa Indonesia bukan negara Islam walaupun pemeluk agama terbesar dan terbanyak adalah Islam. Namun sekalipun suatu saat Indonesia menjelma menjadi negara teokrasi Islam dan demokrasi ditindas dengan fasisme religius,

Gue tetap meyakini bahwa musik underground mulai dari Punk, Hardcore, Metal, dll akan tetap hidup di hati dan sanubari mereka menggemarinya. gue ambil contoh Acrassicauda, band heavy metal asal Irak. Sekalipun kepala mereka diburu oleh kaum fundamentalis Islam baik dari Sunni maupun Syiah, namun selamanya mereka tetap menjadi seorang Metalhead asal Baghdad.

Seseorang tidak akan pernah bisa memaksakan nilai nilai tertentu untuk diyakini oleh orang lain, karena mereka sendiri pun memiliki pendapat sendiri yang mereka yakini dan merupakan yang terbaik yang dibentuk dari kehidupan mereka sendiri. Agama adalah sebuah jalan humanisme, namun jika ia dipaksakan untuk menindas nilai nilai yang diyakini oleh orang lain, maka apa bedanya agama dengan Zionisme.

Dan atas dasar inilah, maka gue mengartikan statement FPI di majalah tersebut adalah sebuah bentuk sikap Insecure semata. Insekuritas yang jangan-jangan dimasa depan bisa dipraktekkan dengan cara kekerasan dan Fasisme. PUKUL, BACOK dan BUNUH SEMUA YANG BERBEDA.!!!

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Gravatar

    Mahasiswa Fikom Unisba | Public Relations | Muda Beda Dan Berbahaya | Pride to be Hardcore | Addicted To Skatepunkers | Hala Madrid !!!

  • Twitter

    • Kalo memang begitu, aku sadar dan paham atas semua yg terjadi dengan keadaan ini...#patahsemangat 4 weeks ago
    • Bukankah Merelakan itu membiarkan segala sesuatunya berjalan seperti biasa. Entah perlahan menjauh, atau sewaktu-waktu kembali datang.. 1 month ago
    • Ingat saja hari ini, ketika rasa sakit, menuntut kaki ini untuk melangkah menjauh meninggalkan zona nyaman yang sudah sekian lama menetap.. 1 month ago
    • Entahlah hari ini semua tanpa mengecewakan.. 1 month ago
    • Banting tulang.. 2 months ago