Teruntuk kalian manusia suci dan menganggap utusan tuhan…

Image

Siapa engkau yang menghakimi.?

Masih banyak masalah, dan lebih krusial

Tidak bicara asal.

 

Mereka bermain Tuhan

Merasa benar, menjajah nalar

Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.

“Sudahkah merdeka? Sudahkah dirimu merdeka?”

 

Itulah sepenggal lirik dari lagu Mengadili Persepsi milik band Seringai..

Lirik ini mewakili perasaan gue saat ini setelah melihat dan menonton kejadian-kejadian yang belakangan ini terjadi di beberapa daerah di indonesia.. seperti gak ada habisnya kelompok ini membuat sensasi..

“Teruntuk kalian yang menganggap kalian manusia suci dan menganggap utusan tuhan…”

Taukah kalian saat pemikiran kami dipasung, ketika jiwa-jiwa kami dimatikan dan ketika otak-otak kami dibuat seragam dan menjadi sama dengan persepsi kalian. Maka yang terjadi adalah Kemunafikan. Kalian bagai seorang sutradara yang mengatur kami untuk berperan menjadi orang-orang yang kalian inginkan. Atau bahkan kalian mirip seorang diktator yang akan mengatur segala aspek kehidupan ini.!!!

Kata-kata kalian bagaikan manusia suci yang akan menyihir kita dan Tingkah laku kalian bagai Nabi ataupun utusan Tuhan didalam suatu agama..

Ketika jiwa kami mencoba untuk melawan dan mempertahankan idealisme kami yang tersisa, maka terjadilah pengadilan persepsi.!. Lalu kalian merubah peran menjadi hakim dalam suatu perkara bernama perbedaan persepsi.! Kalian menghakimi jiwa-jiwa kami sebagai pemberontak dan tak berhak sedikitpun menyuarakan isi dan jeritan kami disekitar.! Kami dibuat tak berdaya dan terpojok kemudian terkucilkan atas pemikiran kami dipertahankan!

Mungkin ini yang disebut para serigala militia dengan bermain Tuhan.!

Kami pun diklaim sebagai hamba-hamba yang sesat. Tak berhak bertanya Apa, Mengapa, Kenapa dan Bagaimana. Kalian dan kaum kalian selalu menganggap kami adalah kasta terendah dan menggapnya diri kalian adalah kaum borjuis yang berhak menginjak-injak kaum proletar. Seperti yang dilakukan kaum liberal dengan kaki angkuhnya.!

Gue Tertawa miris dalam hati melihat realita yang kini terjadi, saat ini terpampang jelas di depan mat ague.! Tetapi ketika kami mencoba melawan, maka kami akan dianggap Murtad dari ajaran mereka, sebuah ucapan yang membuat semua perjuangan kami serasa sia-sia.!

Apakah kita mau selalu ada dibawah bayang-bayang para pemain lakon Tuhan.? Gue memilih TIDAK.!!! Lebih baik gue terhina sebagai pengkhianat yang terus menyuarakan isi hati dan kebenaran-kebenaran ketimbang jiwa ini harus dibutakan oleh materi yang sama artinya menjual harga diri senilai dengan materi tersebut dan selalu terkungkung dalam ajaran yang mengharamkan perbedaan.!

Biarkanlah kami ada dan tetap hidup dengan jiwa-jiwa yang kami miliki dan jangan pernah memaksakkan pemikiran kalian.! Terpenting, jangan anggap kami pemberontak dikarenakan kami berada dalam sisi pemikiran yang berbeda. ayo teriakan, INDIVIDU MERDEKA!!

Qoutes

“Wahai calon anakku yang masih berupa benih dalam kelaminku, semoga di masa kau lahir, kau tidak perlu lagi berurusan dengan polisi-polisi moral yang membawa diri atas nama Tuhan, bisa seenaknya menginjak-injak privasi dan kebebasan berekspresi kalian, hanya karena perbedaan persepsi. Semoga kaum puritan tersebut sudah punah disaat kau besar nanti. Amin.” [khemod]

Dari yang mencoba membakukan persepsi, hingga mereka yang bermain Tuhan. Intervensi masalah pribadi, merasa lebih suci dan benar, dan membuat pembenaran untuk melakukan kekerasan [dari sweeping buku ‘kiri’ sampai penghancuran tempat hiburan]. Hipokrit sejati memupuk kebodohan. Kami sudah muak. Pernah berpikir untuk melawan? We should. [arian13]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Gravatar

    Mahasiswa Fikom Unisba | Public Relations | Muda Beda Dan Berbahaya | Pride to be Hardcore | Addicted To Skatepunkers | Hala Madrid !!!

  • Twitter

    • Kalo memang begitu, aku sadar dan paham atas semua yg terjadi dengan keadaan ini...#patahsemangat 4 weeks ago
    • Bukankah Merelakan itu membiarkan segala sesuatunya berjalan seperti biasa. Entah perlahan menjauh, atau sewaktu-waktu kembali datang.. 1 month ago
    • Ingat saja hari ini, ketika rasa sakit, menuntut kaki ini untuk melangkah menjauh meninggalkan zona nyaman yang sudah sekian lama menetap.. 1 month ago
    • Entahlah hari ini semua tanpa mengecewakan.. 1 month ago
    • Banting tulang.. 2 months ago